Tradisi Emas Tinju Sulsel Terhenti di PON Papua

MAKASSAR, DJOURNALIST.com — Tim Tinju Provinsi Sulsel harus puas membawa pulang 1 medali perunggu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Torehan itu sekaligus mematahkan tradisi medali emas yang sebelumnya diraih Sulsel di dua pagelaran PON.

Pada PON Riau 2012, Tim Tinju Sulsel mengoleksi 1 medali emas dan 1 perunggu. Emas diraih Alex Tatontos setelah di partai final kelas 75 Kg mengalahkan petinju Sulawesi Utara Christian Toar Sompotan. Medali perunggu didapatkan Erico Amanupunyo. Tren positif tinju Sulsel berlanjut di PON Jawa Barat, 2016 lalu. Sulsel kembali membawa pulang medali emas. Alex Tatontos kembali menjadi yang terbaik di kelas 75 kg setelah mengalahkan petinju tuan rumah Jawa Barat, Marvin Batuwael.

Sementara di PON XX 2021 Papua tahun ini, satu-satunya medali perunggu didapatkan tim tinju Sulsel lewat Yosua Holy Masihor setelah menderita kekalahan di babak semifinal oleh petinju Riau Ingatan Illahi dalam pertandingan yang digelar di GOR Cendrawasih, Kota Jayapura.

Menanggapi torehan ini, Ketua Pertina Sulsel Adi Rasyid Ali yang sebelumnya menargetkan 2 medali emas di PON Papua mengatakan, hasil ini akan menjadi pekerjaan rumah besar bagi pengurus Pertina.

“Ini PR Besar buat atlet dan Pertina, kita hargai prestasi yang sudah ditorehkan sekalipun medali perunggu. Dukungan dan support dari Pemprov Sulsel lebih besar lagi kita harapkan,” kata ARA, kepada Djournalist.com, Selasa 12 Oktober 2021.

Dan kedepannya lanjut ARA, evaluasi akan dilakukan Pertina Sulsel usai pelaksanaan PON tahun ini. “Evaluasi besar terutama soal kekompakan,” tutupnya.

Dihubungi terpisah, Ketua KONI Provinsi Sulsel, Ellong Tjandra menyebutkan, meski hanya meraih medali perunggu di PON kali ini, namun perjuangan tim tinju Sulsel sudah maksimal. “Tim tinju sudah maksimal. Dewi Fortuna belum berpihak ke Sulsel,” singkat Ellong, saat dihubingi Djournalist.com, Selasa 12 Oktober 2021.

Diketahui di PON XX Papua 2021 ini, kontingen tinju Sulsel dihuni 5 petinju, masing-masing, Josua Holi Masihor (52 kg), Hindriawati Haer (54 kg putri), Daud Fairyo (64 kg,) John Yambe (75 kg), dan haris Monga (91 kg). (**)