Muaythai Sulsel, Dari Lapangan Perkebunan Hingga Berjaya di Kota Seribu Pinang

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Apa yang kau tanam itulah yang kau tuai. Kalimat inilah yang mungkin disandingkan kepada Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga Muaythai Provinsi Sulsel, usai sukses berjaya pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Raihan 3 medali, 1 emas,1 perak dan 1 perak menjadi bukti keseriusan Pengprov Cabor Muaythai dalam pembinaan atlet. Namun untuk mencapai hasil positif itu banyak hal yang sudah dilalui Pengprov Muaythai. Mulai dari berpindah-pindah tempat latihan hinga meminjam alat latihan.

“Tujuh tahun kami membangun cabor ini. Awalnya kami hanya melakukan pemusatan latihan di halaman Kantor Perkebunan Provinsi Sulsel. Setelah itu berpindah di lapangan tenis Kantor DPRD Sulsel. Tidak hanya itu, untuk kelangsungan latihan atlet, kami pengurus meminjam alat matras. Jadi hasil sempurna di PON Papua ini tidak gampang kita raih,” kata Gerhanita Syam, Manejer Atlet Muaythai Sulsel.

Capaian kali ini lanjut Gerhanita, menjawab kerja keras di tim Muaythai Sulsel sekaligus bangga atas prestasi yang didapatkan atlet-atlet Muaythai.

“Ini jadi bukti keseriusan kami sebagai pengurus. Semoga dengan prestasi ini kita mampu menjadi cabor prioritas di KONI Sulsel,” tuturnya.

Sementara itu, atlet cabang olahraga Muaythai, Sri Eviyanti meraih emas di final kelas tarung 45 kg putri yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Sekolah Tinggi Teologi Gereja Injili Di Indonesia (STT GIDI), Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu, (3/10/2021) lalu. Sri mengalahkan Irsalina dari Aceh, dengan skor 5-0.

Cabor Muaythai juga menyumbang medali perak dari Zul Bimantara yang turun di kelas 54 Kg Putra. Dan medali perunggu yang diraih Nadya Indah Royani, di nomor waikru atau seni.

“Alhamdulillah senang dan bangga bisa emas. Padahal saya tidak diperhitungkan bisa dapat emas. Lawanku itu atlet pelatnas tetapi bisa ji kukalahkan,” ujar Sri Eviyanti asal Bantaeng ini.

Sri Eviyanti adalah mantan atlet tinju PPLP Sulsel tahun 2014 sampai 2018. Dia beralih ke muaythai tahun 2019 atas dorongan pelatih asal Bantaeng, Retno Purnamasari dan Hasbullah. (**)