Pemain Asal Tajikistan Ini Akui Sulit Taklukkan Cuaca di Bangkalan

Skuat Madura United saat merayakan gol pada pertandingan kompetisi musim lalu.

Skuat Madura United saat merayakan gol pada pertandingan kompetisi musim lalu.

DJOURNALIST.com – Pemain rekrutan Madura United FC yang juga kapten timnas Tajikistan, Noureddine Davronov, harus bekerja lebih keras untuk bisa cepat beradaptasi dengan cuaca Bangkalan. Di wilayah yang sehari-hari menjadi markas Madura United itu, cuacanya memang berbeda jauh dengan Tajikistan.

“Cuaca sangat panas, berbeda jauh. Jadi saya harus beradaptasi dengan cuaca seperti ini,” kata Noura, panggilan akrab pemain berusia 30 tahun itu. 

Di Tajikistan suhu udara bekas negara pecahan Uni Soviet hanya berkisar 10-20 derajat Celsius. Sedangkan di Bangkalan suhu udara rata-rata adalah 30-36 derajat Celsius. 

Dari situ bisa dibayangkan betapa harus bekerja kerasnya Noura untuk beradaptasi dengan suhu udara di Bangkalan. 

Namun begitu pemain berusia 26 tahun itu mengaku tidak mempermasalahkan perbedaan cuaca yang terbilang ekstrem. Menurut mantan pemain Istiklol ini sebagai pemain profesional harus siap dengan segala situasi dan kondisi. Termasuk memperkuat klub di manapun berada.

“Saya suka dengan latihan di Madura United. Semua pemain sangat terbuka, memberi sambutan yang baik,” kata Noura melalui penerjemah. Noura memang sudah mengawali latihan di Madura United sejak akhir pekan kemarin.

Noura yang bermain di lini tengah diproyeksikan menjadi pengatur serangan Madura United. Dengan pengalamannya di kompetisi Asia, diharapkan Noura bisa memberi warna tersendiri buat gaya bermain Madura United. (**)