Catat! Ada Wakil Indonesia di Piala Asia U-23 2018

Asep Saputra (tengah) dipercaya sebagai match commissioner atau pengawas pertandingan pada Piala Asia U-23 2018.

Asep Saputra (tengah) dipercaya sebagai match commissioner atau pengawas pertandingan pada Piala Asia U-23 2018.

JAKARTA, DJOURNALIST.com – Indonesia gagal hadir di putaran final Piala Asia U-23 2018 yang digelar di China pada 9-17 Januari 2018. Kegagalan itu dikarenakan pada babak kualifikasi grup H pada bulan Juli 2017 lalu, Merah Putih berada di peringkat ketiga di bawah Malaysia dan Thailand.

Meski begitu, bukan berarti Indonesia tak mengirimkan wakilnya di hajatan yang sudah digelar untuk ketiga kalinya itu. Adalah Asep Saputra yang akan mewakili Indonesia di ajang yang akan diikuti 16 negara tersebut.

Pada Piala Asia U-23 2018, pria berkacamamata ini dipercaya sebagai match commissioner atau pengawas pertandingan. Prestasi tersebut jelas membanggakan. Patut diketahui, dalam lima tahun terakhir, belum ada match commissioner asal Indonesia yang dipercaya AFC bertugas di ajang resmi induk organisasi terbesar di Asia tersebut.

“Alhamdulillah. Ini kepercayaan yang luar biasa. Mudah mudahan bisa menjaga nama baik Indonesia,” kata Asep.

Untuk mendapatkan kepercayaan tersebut, menurut Asep, memang tak mudah. Ada proses berliku dan memakan waktu. Sebelumnya, ada seleksi yang diikuti oleh 80 match commissioner yang berasal dari beragam negara Asia. Mereka diwajibkan menjalani seleksi khusus secara ketat dan tanpa kecuali.

Seleksi tersebut meliput tes pemahaman regulasi pertandingan, kemampuan diskusi, debat, dan ujian secara tertulis. Dari 80 peserta yang ikut seleksi tersebut, dipilih empat match commissioner yang akan bertugas. Asep yang baru berumur 34 tahun itu pun, akhirnya terpilih.

Selain Asep, ada Sanjay Kumar (India), Mohammad Saeed Hasan Alhattiwi (UEA), dan Lee Seunghwan (Korea Selatan). Dari empat nama tersebut, khusus untuk Asep dan Sanjay Kumar, termasuk yang masuk kategori pendatang baru alias debut.

Lantas apa yang membuat Asep bisa mengikuti semua seleksi dengan lancar? “Karena sebagian besar materi ujiannya merupakan dinamika sepak bola yang ada di Indonesia. Jadi, saya sudah merasakannya secara langsung,” jelas pria yang juga komentator sepak bola tersebut.

Asep benar. Ia memang paham dengan dinamika sepak bola nasionalnya. Bahkan, sampai mendetail. Pasalnya, dalam kesehariannya, ia berada di Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai manajer kompetisi.

“Banyak kasus, kejadian, fakta menarik, fakta positif maupun negatif yang akhirnya membuka mata saya sehingga bisa mengikuti semua tes dengan lancar,” pungkas Asep. (**)